[Share] Penjelasan Istilah CPM, CPC, PPC, CPA dan CTR dalam Advertising

Image credits brideclick.net

CPM?

Cost Per Thousand Impressions (CPM) merupakan istilah dalam media periklanan online yang berkaitan erat dengan trafik situs. Sesuai dengan namanya, advertiser harus merogoh kocek untuk setiap 1000 tayangan iklan yang terlihat oleh pengunjung situs.Dilansir dari laman wikipedia, CPM dianggap strategi iklan online yang mirip konsep media lain seperti TV, radio dan cetakan yang menjual iklan berdasarkan hitungan jumlah penonton, pendengar atau pembaca.

Impression (baca: impresi) merupakan tayangan iklan yang terlihat pengunjung saat berada di sebuah halaman situs. Bisa dikatakan satu pageview terhitung sebagai satu impresi. Demi menjaga kenyamanan advertiser dari kecurangan, maka halaman situs yang sengaja di-refresh tidak masuk hitungan. Penetapan tarif CPM berdasarkan 1000 impresi sehingga advertiser lebih mudah mengatur sesuai budget dan target.

CPC?

Cost Per Click (CPC) bisa dianggap kebalikan dari CPM. Advertiser baru akan membayar jika iklan di-klik langsung oleh pengunjung. Mau berapapun terjadinya Impression, selama belum ada satupun iklan dikunjungi oleh pengunjung, maka advertiser enggan membayar sepeserpun kepada publisher. Tak heran konsep ini begitu disukai oleh pemasang iklan, terutama mereka berkantong tipis.

CPC bagi publisher skala kecil merupakan pilihan terbaik untuk memperoleh pendapatan. Meskipun publisher skala besar ikut bermain, mohon jangan minder untuk terus mengais rejeki dari CPC. Konsep iklan ini sungguh potensial, malahan mencetak banyak uang jika mampu memaksimalkan situs ber-trafik tinggi. Seperti dibahas pada paragraf sebelumnya, Google Adsense merupakan program periklanan yang mengusung Cost-Per-Click.

Saat ini Adsense dikenal sebagai pusat CPC terbesar dunia yang sukses menarik perhatian publisher dan advertiser. Google telah meraih banyak keuntungan dari program tersebut, begitu pula kedua pihak yang terikat dengannya. Jika dibandingkan langsung dengan CPM, banyak pihak justru menyebut CPC sebagai promosi minim resiko. Hal ini disebabkan advertiser hanya perlu membayar untuk setiap klik, bukan satu impresi.

PPC?

Pay Per Click (PPC) merupakan istilah lain untuk Cost Per Click (CPC). Keduanya serupa tapi hanya berbeda istilah saja. Konsep iklan ini menguntungkan advertiser karena hanya perlu membayar publisher jika terjadi klik. Secara garis besar PPC sangat erat kaitannya dengan search engine, apalagi Google sebagai pencetus Adsense. Dalam memasang iklan, advertiser mengandalkan kata kunci relevan yang ditelusuri oleh robot mesin pencari.

Tarif setiap kata kunci berbeda-beda, bahkan publisher dan advertiser tak bisa menentukan sendiri selain pihak ketiga (contoh: Google Adsense). Kata kunci tertentu ada yang bernilai rendah, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, advertiser berusaha secermat mungkin tak mengambil kata kunci bertarif mahal. Sedangkan publisher justru mengincar kata kunci mahal dengan membuat konten terkait.

Situs milik publisher harus memasang kode html agar iklan terus muncul, itu pun harus sesuai isi konten dan kata kunci bidikan advertiser. Iklan dan konten situs harus relevan dengan kata kunci, situs memasak justru tak bakal menampilkan iklan kecantikan. Posisi iklan pun beragam selama tak melanggar ketentuan dari penyedia layanan alias si pihak ketiga. Nantinya iklan muncul berupa kalimat dan tautan yang dibubuhi tulisan sponsored links atau sponsored ads.

Meskipun beberapa pihak menyebut PPC sebagai konsep periklanan paling rendah resiko, namun bukan berarti bebas dari segala macam klik penipuan. Google sudah memasang sistem otomatis untuk mengatasi klik penipuan yang mungkin bisa dilakukan oleh kompetitor atau publisher nakal. Sayangnya segala upaya tersebut masih belum cukup, malahan pengembangan terus dilakukan demi kenyamanan advertiser.

CPA?

Cost Per Action (CPA) dianggap pilihan terbaik oleh sejumlah kalangan, apalagi sangat menguntungkan advertiser. Jika konsep iklan lain kerap memberi hasil mengecewakan karena tak sesuai konversi, penjualan atau target utama, justru CPA bisa memenuhi semuanya tanpa menguras kantong. Publisher kurang begitu menyukainya sebab pendapatan baru diperoleh jika pengunjung selesai melakukan semua perintah advertiser. Beberapa kalangan juga menyebut CPA mirip marketing afiliasi.

CTR?

Click Through Ratio (CTR) adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering orang-orang yang melihat iklan kita pada akhirnya mengklik iklan tersebut. Rasio klik-tayang (CTR) dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik performa kata kunci dan iklan kita.

CTR adalah jumlah klik yang diterima iklan dibagi dengan frekuensi iklan ditayangkan: klik รท tayangan = CTR. Misalnya, jika kita memiliki 5 klik dan 1.000 tayangan, CTR Anda adalah 0,5%.
Setiap iklan dan kata kunci memiliki CTR masing-masing yang dapat dilihat tercantum di akun kita.
CTR yang tinggi merupakan indikasi yang baik bahwa pengguna merasa iklan kita berguna dan relevan. CTR juga berkontribusi untuk CTR yang diharapkan dari kata kunci (komponen Skor Kualitas), yang dapat memengaruhi biaya dan posisi iklan.
Perhatikan bahwa CTR yang baik tergantung pada apa yang kita iklankan dan pada jaringan mana.
Anda dapat menggunakan CTR untuk mengukur iklan dan kata kunci mana yang berhasil untuk Anda dan mana yang perlu ditingkatkan. Semakin erat keterkaitan antara kata kunci dan iklan serta bisnis Anda, semakin besar kemungkinan pengguna mengklik iklan setelah menelusuri frasa kata kunci Anda.

Source: seon.co.id

God Asked on December 16, 2017 in Ad Network.
Add Comment
0 Reply(s)

Your Reply

By posting your reply, you agree to the privacy policy and terms of service.